- Gambaran Umum Metode
Metode ini didasarkan pada GB 12752-2010 National Food Safety Standard – Aditif Makanan Vitamin B ₂ (Riboflavin). Setelah melarutkan vitamin B ₂, itu diencerkan dengan larutan natrium asetat, dan kubet kuarsa 1cm digunakan untuk pemindaian spektral untuk menentukan puncak penyerapan maksimum. Rasio absorbansi pada 375nm ke 267nm harus 0,31 ~ 0,33, dan rasio absorbansi pada 222nm ke 267nm harus 0,36 ~ 0,39.
- 2. Instrumen dan Reagen
2.1 Instrumen dan Peralatan
2.1.1 Instrumen Pengujian
Tu1901 Spektrofotometer UV (240nm ~ 465nm)
Cuvette Kuarsa 1cm
2.1.2 Peralatan Praperawatan
Keseimbangan Analisis (presisi 0,001g)
2.2 Reagen
2.2.1 Reagen
Asam asetat glesial
Natrium asetat
2.2.2 Persiapkan Reagen
Solusi natrium asetat (14g / L)
Timbangkan 1,4g natrium asetat dan cairkan menjadi 100mL dengan air deionisasi.
- Prosedur Operasional
3.1 Persiapan Sampel
3.1.1 Persiapan Solusi Uji
Timbangkan 15mg sampel bubuk, larutkan dalam 5mL asam asetat dan 200mL air, dan cairkan hingga 500mL.
3.2 Pengujian Sampel
1) Kondisi Pengujian
Lebar pita spektral: 1nm
Kisaran pemindaian: 240nm ~ 465nm
Kecepatan: Medium
Interval: 1nm
2) Pengujian Sampel
Memindai larutan sampel laboratorium untuk mengidentifikasi penyerapan maksimum pada panjang gelombang 444nm ± 1nm, 375nm ± 1nm, dan 267nm ± 1nm, dan mengukur penyerapan (A).