{"id":3652,"date":"2025-06-16T13:12:45","date_gmt":"2025-06-16T05:12:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pgeneral.com\/?p=3652"},"modified":"2025-06-16T13:12:45","modified_gmt":"2025-06-16T05:12:45","slug":"determination-of-vitamin-b%e2%82%82ultraviolet-visible-spectrophotometry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pgeneral.com\/id\/aplikasi\/determination-of-vitamin-b%e2%82%82ultraviolet-visible-spectrophotometry\/","title":{"rendered":"Penentuan Vitamin B \u2082 (Spektrofotometri Ultraviolet-Terlihat)"},"content":{"rendered":"
Metode ini didasarkan pada GB 12752-2010 National Food Safety Standard – Aditif Makanan Vitamin B \u2082 (Riboflavin). Setelah melarutkan vitamin B \u2082, itu diencerkan dengan larutan natrium asetat, dan kubet kuarsa 1cm digunakan untuk pemindaian spektral untuk menentukan puncak penyerapan maksimum. Rasio absorbansi pada 375nm ke 267nm harus 0,31 ~ 0,33, dan rasio absorbansi pada 222nm ke 267nm harus 0,36 ~ 0,39.<\/p>\n
2.1 Instrumen dan Peralatan<\/p>\n
2.1.1 Instrumen Pengujian<\/p>\n
Tu1901 Spektrofotometer UV (240nm ~ 465nm)<\/p>\n
Cuvette Kuarsa 1cm<\/p>\n
2.1.2 Peralatan Praperawatan<\/p>\n
Keseimbangan Analisis (presisi 0,001g)<\/p>\n
2.2 Reagen<\/p>\n
2.2.1 Reagen<\/p>\n
Asam asetat glesial<\/p>\n
Natrium asetat<\/p>\n
2.2.2 Persiapkan Reagen<\/p>\n
Solusi natrium asetat (14g \/ L)<\/p>\n
Timbangkan 1,4g natrium asetat dan cairkan menjadi 100mL dengan air deionisasi.<\/p>\n
3.1 Persiapan Sampel<\/p>\n
3.1.1 Persiapan Solusi Uji<\/p>\n
Timbangkan 15mg sampel bubuk, larutkan dalam 5mL asam asetat dan 200mL air, dan cairkan hingga 500mL.<\/p>\n
3.2 Pengujian Sampel<\/p>\n
1) Kondisi Pengujian<\/p>\n
Lebar pita spektral: 1nm<\/p>\n
Kisaran pemindaian: 240nm ~ 465nm<\/p>\n
Kecepatan: Medium<\/p>\n
Interval: 1nm<\/p>\n
2) Pengujian Sampel<\/p>\n
Memindai larutan sampel laboratorium untuk mengidentifikasi penyerapan maksimum pada panjang gelombang 444nm \u00b1 1nm, 375nm \u00b1 1nm, dan 267nm \u00b1 1nm, dan mengukur penyerapan (A).<\/p>\n
\n